Protein
23 Feb 2010 Leave a Comment
in kesehatan Tags: fungsional, hemoglobin, α-helix, β-sheet, kolagen, peptida, primer, protein, sekunder, struktur, tersier
Assalamualaikum..
semoga diberikan keselamatan atasmu..
Hari ini pengen posting 2hal..supaya seimbang satu suka-suka, yang satunya lagi agak serius..hehe..
Saya mau bahas tentang lanjutan postingan asam nukleat, sekarng saatnya polipeptida dan protein.
Enaknya saya mulai dari bahasan protein. Kenal protein?:D ..dia ada di susu, ikan-ikanan, telor, kacang-kacangan. Protein merupakan polimer dari monomer yang disebut asam-amino. Jumlah asam amino ada 20 buah. Sementara peptide adalah rantai asam-amino yang lebih panjang , tapi lebih pendek dibandingkan dengan protein.
Protein bisa dibagi dua menjadi kategori protein struktur dan non-struktur. Protein struktur adalah protein yang turut membentuk struktur tubuh kita, smenetara protein non-struktur atau protein fungsional ini adlah protein yang bekerja dalam sel, mempunyai fungsi tertentu dan mayoritas berada dalam bentuk enzim (hormone juga).
Dalam strata atau tingkatannya, protein dibagi menjadi 4 struktur:
- Struktur primer , dalam tingkatan ini yang diperhatikan dari protein hanyalah urutan (asam-amino)2 yang menyusun protein tersebut. Mungkin glisin-lisin-cystein-lalalala….
- Struktur sekunder, dalam tingkatan ini sudah terbentuk α-helix atau β-sheet dari si urutan asam-amino tersebut. Tahukah kamu…bahwa DNA kita kan double helix, nahh…helix nya itu bisa melintir kearah kanan (right handed helix)dan ada juga bentuk α-helix yang left handed helix..artinya melintirnya ke arah kiri. Kebayang gak?(kebayang yaa….). Contohnya adalah kolagen yang terdiri dari 3 buah polipeptida dimana ketiga polipeptida ini merupakan struktur tersier akan tetapi satu untainye merupakan heliks kolagen yang left-handed helix. β-sheet ini mengalami pembagian lebih lanjut, atau jenisnya ada beberapa macam lagi. Pertama yaitu jenis β-sheet yang parallel dan anti parallel. DNA kita antiparalel, karena rantai yang berhadapan sama tapi tak berjalan seiringan. Selain β-sheet itu, ada juga β-turn
- Struktur tersier, disini yang terbentuk adalah ikatan-ikatan non-kovalen (ikatan hisrofob, van der walls, ionic/elektrohidrostatik, disulfide, dll). Ikatan-ikatan tersebut terholong dalam ikatan lemah sehingga mudah mengalami perubahan. Dalam struktur ini peptide atau bisa disebut protein ada yang sudah memiliki aktivitas, dan aktivitas ini akan tetap ada jika urutannya benar. Makanya beberapa orang bilang kalau bekerja dgn protein itu agak ribet, karakternya sedikit manja dengan kondisi suhu selama proses yg harus dijaga (±40C), suhu penyimpanan (variatif, -200, -400,-600C), serta harus pilih2 dalam penambahan reagen atau zat kedalamnya, takut2 denaturasi dan menjadi inaktif.
- Struktur tersier, struktur ini terdiri gabungan polipeptida yang sama atau berbeda. Kalau 2 polipeptida yang sama disebut homodimer, sementara 2 polipeptida yang berbeda disebut heterodimer.
Salah satu contoh protein struktur tersier yaitu hemoglobin. Hemoglobin ini terdiri dari 2 buah rantai polipeptida α serta 2 buah rantai polipeptida β, heme, serta kofaktor besi (Fe).
Bahasan tentang polipeptida dilanjut nanti lagi,,udh kepanjangan bahas protein..kalo polipeptida kita akan membahas tentang translasi, transkripsi serta alur sintesis peptide tersebut didalam pabrik biologis sel-sel kita
.. coming soon..
Asam nukleat
12 Feb 2010 10 Comments
in kesehatan Tags: asam nukleat, bioteknologi, central dogma, DNA, informasi genetik, pirimidin, purin, RNA
Sekedar pengantar: saya terinspirasi untuk menuliskan catatan kuliah bioteknologi saya di blog.
1st, I’m extremely excited with this lecture,it shows me how spectacular the mechanism inside my body, membuatku tertunduk untuk bertasbih menyadari kebesaranNya dalam setiap penciptaan makhluk hidup yang begitu terencana.
2nd, it trains me to know and learn more about this lecture..kalau ingin dipublish pasti saya lebih hati-hati dalam menjelaskan,,kehati-hatian itu ada karena saya ingin menyampaikan hal yang benar..hehe..saya juga masih belajar..so enjoy it
Special thanks: Ibu Debbie S. Retnoningrum
Asam Nukleat
Asam nuklet terdiri dari dari dua kata yang menggambarkan identitasnya. Asam karena memang bersifat asam, dan nukleat mengisyaratkan letaknya yang berada di inti (nukleus). Akan tetapi, pada kenyataannya selain di inti, asam nukleat juga terdapat di sitoplasma (untuk makhluk prokariot).
Masih belum ngeh juga apa itu asam nukleat??Pasti kalau saya sebut DNA atau RNA anda akan ngangguk-ngangguk…’ooohhh….’ Kedua molekul tersebut merupakan asam nukleat. DNA dan RNA ini merupakan polimer /polinukleotida, yang maksudnya: rantai panjang DNA dan RNA itu tersusun dari monomer-monomer nukleotida. Pengetahuan mengenai nukleotida ini dibahas sewaktu kita tengah duduk di bangku SMA. Komponen nukleotida ini ada 3: pospat, gula, dan basa DNA/RNA.
Ujung pospat dari nukleotida itu bersifat (-) sehingga ia bersifat asam. Sementara basa-basa tersebut dibagi menjadi golongan pirimidin dan purin.
Primidin: Cytosin (C); Timin (T), di RNA bukan timin, melainkan Urasil (U)
Purin: Adenin (A); Guanin (G)
Ke-empat basa tersebut merupakan abasa-basa yang berikatan secara spesifik tergantung pasangannya. A dengan T/ U (pada RNA)àdengan 2 buah ikatan hydrogen C dengan G à dengan 3 buah ikatan hydrogen. Did u know????? Susunan ke-empat basa DNA inilah yang menjadi pusat informasi segala penampakan fisik kita. Rambut keriting, badan tinggi, kulit putih, dan sebagainya. Allah is Great, bahkan merencanakan suatu scenario penciptaan yang sangat rumit namun teratur SANGAT.
Apa sih DNA? Tampaknya itu adalah hal yang sangat keren. Kalau mendengar DNA-nya dikoding, kemudian dimutasi menjadi suatu hal yang memiliki fungsi baru yang lebih hebat. It sounds cool,,hehe..tampak sangat high-tech sekali. Tapi memang bener, mekanisme luar biasa teratur, sistematis, dan terencana itu terjadi dalam satuan unit terkecil tubuh kita yaitu didalam sel. DNA merupakan si penyimpan informasi. Dia bukan petugas informasi yang meyampaikan informasi. Jika diibaratkan, dia adalah sebuah buku dimana didalamnya terdapat informasi. Bagaimana informasi itu digunakan? Dengan dibuka, dibaca, dan difahami.
Bahasa DNA dalam meyimpan informasi itu menggunakan susunan basa- basa DNA. Bisa CGTAATGTCTTCCATGA lalalalalla… sama aja kayak kalau kita ingin menuliskan informasi lewat tulisan, we use abjad ABCDEFGHIJKLMN… sebagai bahasa manusia, sementara DNA..they used their 4 bases as their language. Aliran informasi dari DNA ini takkan berefek jika tidak ditindak lanjuti dengan disalin menjadi m-RNA. Dari m-RNA ini kemudian akan diterjemahkan menjadi polipeptida-polipeptida yang membangun struktur fisik dan juga sifat dari makhluk yang mempunyai DNA tersebut. Penterjemah itu adalah tRNA. Si t-RNA ini keren karena kemampuan bi-lingual –nya. Dia mengerti bahasa asam nukleat dengan AGCU nya….dan dia juga faham bahasa asam amino. Dia akan mengerti maksud asam nuleat dari susunan kodonnya, kemudian diterjemahkan menjadi asam-amino yang dimaksud si RNA. Asam-asam amino ini akan baris berbaris hingga terbentuk polipeptida. Asam amino yang menyusun protein ini ada 20 jenis.
DNA vs RNA
| Perbedaan | DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) | RNA (Ribose Nucleic Acid) |
| Gula
Basa yang terlibat Rantai Letak Fungsi |
Deoxyribose (gula ribose yang kehilangan satu buah oksigen dalam rantainya)
Adenin (A), G (Guanin), C (Cytosin), T (Timin) untai ganda (double stranded) Prokariot: Sitoplasma Eukariot: inti Penyimpan informasi |
Ribose (terdiri dari gula ribose, di RNA tidak ada kehilangan oksigen disalah satu rantainya)
Adenin (A), G (Guanin), C (Cytosin), U (Urasil) Untai tunggal/ Single Stranded Prokariot: sitoplasma Eukariot: inti dan sitoplasma Hasil transkripsi dari DNA |
Central dogma (entah ini bahasa indonesianya apa, mungkin ini adalah paradigma umum dari sistem panyampaian aliran informasi pada makhluk hidup):
DNA– RNA– Protein
Dikatakan umum, karena pada kenyataannya ada pengecualian, pada virus-virus tertentu, materi genetic nya disimpan oleh RNA dan Maha Suci Allah..virus tersebut dilengkapi dengan enzim yang dapat mengubahnya menjadi DNA , yaitu reverse transcriptase
, Betapa Ia sangat kuasa dalam pencitaanNya yang begitu terencana.. keberadaan virus transcriptase ini selanjutnya sangat berguna pada pemanfaatan-pemanfaatan produk biotek yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya pembuatan insulin di pabrik biologis (sel-sel makhluk hidup) untuk pengobatan pasien Diabetes Melitus.
Coming soon: polipeptida dan protein
Central dogma (entah ini bahasa indonesianya apa, mungkin ini adalah paradigma umum dari sistem panyampaian aliran informasi pada makhluk hidup):
DNA àRNA à Protein
Dikatakan umum, karena pada kenyataannya ada pengecualian, pada virus-virus tertentu, materi genetic nya disimpan oleh RNA dan Maha Suci Allah..virus tersebut dilengkapi dengan enzim yang dapat mengubahnya menjadi DNA , yaitu reverse transcriptase J.. betapa Ia sangat KUASA dalam pencitaanNya yang begitu terencana.. keberadaan virus transcriptase ini selanjutnya sangat berguna pada pemanfaatan-pemanfaatan produk biotek yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya pembuatan insulin di pabrik biologis (sel-sel makhluk hidup) untuk pengobatan pasien Diabetes Melitus.
Coming soon: polipeptida dan protein
Lapar….
16 Jan 2010 3 Comments
in kesehatan Tags: hikmah sunnah rasul, keroncongan, lapar
Sore ini saya merasa lapar berat,,mungkin karena udara dingin yang menjangkiti cimahi..sehingga mayoritas sumber tenaga ditubuhku digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh..dan iseng2 saya googling nyari2 tentang kenapa kita bisa lapar..ini hasil reviewnya..
Secara singkat dan cepat, hal ini bisa dianalogikan dengan alarm mobil terkunci..kalo ada getaran atau goncangan, dan paksaan yang terdeteksi oleh sensorik mobil maka alarm mobil berbunyi sebagai tanda peringatan. Tubuh, memiliki berbagai macam kandungan nutrisinya dalam darah. Ketika terjadi penurunan substansi nutrisi dalam darah, maka hal itu akan memicu pengiriman sinyal menuju pusat lapar diotak. Pusat tersebut juga menjadi semacam rem dari aktivitas lambung dan usus kita. Saat kebutuhan nutrisi kita terpenuhi maka pusat lapar itu menyetop aktivitas lambung dan usus kita, sebaliknya saat kebutuhan nutrisi kita kurang, maka justru pusat lapar itu bekerja sebaliknya. ini yang menjadi alasan kenapa kalo kita lagi lapar perut kita beraksi aksi nyanyi keroncongan. Rasa lapar ada sebagai sistem alarm bagi kita untuk segera mencari makanan…
Salah satu sunnah Rasulullah s.a.w berkata janganlah kalian makan sebelum lapar, dan behentilah sebelum kenyang. Nice advice karena ketika lambung kita terlalu penuh karena kekenyangan maka akan terjadi pelemahan pengiriman sinyal rasa kenyang (Kolesistokinin) ke otak dalam jangka panjang. Hal ini akan mengakibatkan orang tersebut jadi lebih banyak makan, dan gembul dalam jangka lama. Ada baiknya kita berhenti sebelum kenyang, akan lebih sehat karena bagaimanapun sesuatu yang berlebihan itu gak baik =)
Hepatoprotektor [Penjaga Hati]
03 Dec 2009 9 Comments
in kesehatan Tags: hati, hepatoprotector, hepatoprotektor, liver, penjaga hati, SGOT, SGPT, transaminase
…..let’s start..apa itu hepatoprotector?
-hepatoprotector ya penjaga hati-
why do we need a substance called hepatoprotector..?
-supaya sel hati kita tetap berfungsi-
memang apa fungsi hati?
-bleb bleb bleb…semakin dijawab semakin ditanya tampaknya…-
mari mengenal hati…
Hati merupakan organ yang paling besar yang terdapat dalam tubuh kita. bobotnya kurang lebih 1.5 kilogram. Fungsi hati adalah mendetoksifikasi senyawa-senyawa racun serta melakukan biotransformasi senyawa2 obat agar lebih mudah dikeluarkan dari tubuh. Kenapa ada hepatoprotektor?
Hepatoprotektor adalah suatu senyawa obat yang dapat memberikan perlindungan pada hati dari kerusakan yang ditimbulkan oleh racun, obat, dan lain-lain. Hati adalah organ yang unik teman,,unit sel fungsional dia yang bernama hepatosit bersifat tidak dapat memperbaharui selnya yang mengalami kerusakan. Meskipun begitu, selama sebagian besar sel hati berada dalam keadaan baik-baik saja maka organ hati dapat melakukan fungsinya secara utuh.
Untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan hati biasanya dilakukan serangkaian pemeriksaan kandungan senyawa-senyawa dalam tubuh sperti kadar SGOT, SGPT, atau pemeriksaan imunokimia (bila diduga disebabkan oleh virus) dan pemeriksaan lainnya.
SGPT(Serum Glutamic Piruvic Transaminase) punya nama alias yaitu AST (Aspartat Transaminase) sementara SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic transaminase) yaitu ALT (Alanin Transaminase). Keduanya merupakan enzim intraseluler yang dalam keadaan normal seharusnya berada didalam sel. Keduanya merupakan enzim transaminase yang berfungsi mengkatalisis reaksi kimia yang terjadi dalam sel.
Kala terjadi serangan pada sel hati (oleh senyawa obat yang toksik terhadap hati, mikroorganisme, dll) maka akan terjadi perubahan permeabilitas pada membran sel sehingga enzim-enzim yang seharusnya berada didalam sel akhirnya melarikan diri keluar sel dan berada dalam darah,,,makanya disebut transminase serum,,,karena enzim tersebut terdeteksi berada didalam serum (darah)…padahal harusnya gak ada atau dikit banget. Kadar SGOT normal berkisar antara 5-40 unit/L serum sementara kadar SGPT normal berkisar antara 7-56 unit/L serum.
SGOT atau AST tidak hanya berada di hati, enzim ini jga terdapat dalam organ lainnya seperti jantung, otot, ginjal, dan otak. Sehingga, terjadinya kenaikan kadar ini tidak serta merta menjadi landasan bahwa seseorang mengalami kerusakan hati. Karena bisa saja jantung, ginjal, atau otot yang mengalami kerusakan. Sementara SGPT atau AST most concentrated berada di hati, sehingga pemeriksaan ini lebih valid untuk merujuk pada kerusakan hati (diagnosis terjadinya kerusakan hati gak hanya dari indikator SGPT saja,,ini hanya salahsatunya).
Disinilah muncul peranan senyawa-senyawa yang bersifat hepatoprotektor. Senyawa tersebut diberikan dengan harapan kadar SGPT dan SGOT dapat berkurang dengan signifikan. Berkurangnya kadar kedua parameter tesebut menandakan bahwa sel yang mengalami kerusakan tidak bertambah, karena semakin banyak sel yang mengalami kerusakan maka kadar SGPT (terutama) akan terdeteksi makin tinggi. Kerusakan yang terjadi pada sel-sel hati itu biasanya karena reaksi oksidasi, sehingga beberapa obat yang dirujuk sebagai hepetoprotektor biasanya merupakan antioksidan. Salah satu contohnya adalah silimarin.
Obat-obatan yang dapat memicu kerusakan hati diantaranya yaitu parasetamol/asetaminofen (dalam dosis tinggi), isoniazid, obat-obatan N-SAID, glukokortikoid. Produk alami aflatoxin yang berasal dari racun jamur yang berdomisili di kacang. Serta toksin industri seperti arsen, karbon tetra-klorida, dan vinil klorida. Dosenku bilang obat-obatan anti-TB (Tuberkulosis) juga bersifat hepatotoksik.
Itu sekilas tentang hati dan penjaganya… =)



Yang baru aja komen