Protein

Assalamualaikum..

semoga diberikan keselamatan atasmu.. :)

Hari ini pengen posting 2hal..supaya seimbang satu suka-suka, yang satunya lagi agak serius..hehe..

Saya mau bahas tentang lanjutan postingan asam nukleat, sekarng saatnya polipeptida dan protein.

Enaknya saya mulai dari bahasan protein.  Kenal protein?:D ..dia ada di susu, ikan-ikanan, telor, kacang-kacangan. Protein merupakan polimer dari monomer yang disebut asam-amino. Jumlah asam amino ada 20 buah. Sementara peptide adalah rantai asam-amino yang lebih panjang , tapi lebih pendek dibandingkan dengan protein.

Protein bisa dibagi dua menjadi kategori protein struktur dan non-struktur. Protein struktur adalah protein yang turut membentuk struktur tubuh kita, smenetara protein non-struktur atau protein fungsional ini adlah protein yang bekerja dalam sel, mempunyai fungsi tertentu dan mayoritas berada dalam bentuk enzim (hormone juga).

Dalam strata atau tingkatannya, protein dibagi menjadi 4 struktur:

  1. Struktur primer , dalam tingkatan ini yang diperhatikan dari protein hanyalah urutan (asam-amino)2 yang menyusun protein tersebut. Mungkin glisin-lisin-cystein-lalalala….
  2. Struktur sekunder, dalam tingkatan ini sudah terbentuk α-helix atau β-sheet dari si urutan asam-amino tersebut. Tahukah kamu…bahwa DNA kita kan double helix, nahh…helix nya itu bisa melintir kearah kanan (right handed helix)dan ada juga bentuk α-helix yang left handed helix..artinya melintirnya ke arah kiri. Kebayang gak?(kebayang yaa….). Contohnya adalah kolagen yang terdiri dari 3 buah polipeptida dimana ketiga polipeptida ini merupakan struktur tersier akan tetapi satu untainye merupakan heliks kolagen yang left-handed helix. β-sheet ini mengalami pembagian lebih lanjut, atau jenisnya ada beberapa macam lagi. Pertama yaitu jenis β-sheet yang parallel dan anti parallel. DNA kita antiparalel, karena rantai yang berhadapan sama tapi tak berjalan seiringan. Selain β-sheet itu, ada juga β-turn
  3. Struktur tersier, disini yang terbentuk adalah ikatan-ikatan non-kovalen (ikatan hisrofob, van der walls, ionic/elektrohidrostatik, disulfide, dll). Ikatan-ikatan tersebut terholong dalam ikatan lemah sehingga mudah mengalami perubahan. Dalam struktur ini peptide atau bisa disebut protein ada yang sudah memiliki aktivitas, dan aktivitas ini akan tetap ada jika urutannya benar. Makanya beberapa orang bilang kalau bekerja dgn protein itu agak ribet, karakternya sedikit manja dengan kondisi suhu selama proses  yg harus dijaga (±40C), suhu penyimpanan (variatif, -200, -400,-600C), serta harus pilih2 dalam penambahan reagen atau zat kedalamnya, takut2 denaturasi dan menjadi inaktif.
  4. Struktur tersier, struktur ini terdiri gabungan polipeptida yang sama atau berbeda. Kalau 2 polipeptida yang sama disebut homodimer, sementara 2 polipeptida yang berbeda disebut heterodimer.

Salah satu contoh protein struktur tersier yaitu hemoglobin. Hemoglobin ini terdiri dari 2 buah rantai polipeptida α serta 2 buah rantai polipeptida β, heme, serta kofaktor besi (Fe).

Bahasan tentang polipeptida dilanjut nanti lagi,,udh kepanjangan bahas protein..kalo polipeptida kita akan membahas tentang translasi, transkripsi serta alur sintesis peptide tersebut didalam pabrik biologis sel-sel kita :D .. coming soon..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.