…..let’s start..apa itu hepatoprotector?
-hepatoprotector ya penjaga hati-
why do we need a substance called hepatoprotector..?
-supaya sel hati kita tetap berfungsi-
memang apa fungsi hati?
-bleb bleb bleb…semakin dijawab semakin ditanya tampaknya…-
mari mengenal hati…
Hati merupakan organ yang paling besar yang terdapat dalam tubuh kita. bobotnya kurang lebih 1.5 kilogram. Fungsi hati adalah mendetoksifikasi senyawa-senyawa racun serta melakukan biotransformasi senyawa2 obat agar lebih mudah dikeluarkan dari tubuh. Kenapa ada hepatoprotektor?
Hepatoprotektor adalah suatu senyawa obat yang dapat memberikan perlindungan pada hati dari kerusakan yang ditimbulkan oleh racun, obat, dan lain-lain. Hati adalah organ yang unik teman,,unit sel fungsional dia yang bernama hepatosit bersifat tidak dapat memperbaharui selnya yang mengalami kerusakan. Meskipun begitu, selama sebagian besar sel hati berada dalam keadaan baik-baik saja maka organ hati dapat melakukan fungsinya secara utuh.
Untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan hati biasanya dilakukan serangkaian pemeriksaan kandungan senyawa-senyawa dalam tubuh sperti kadar SGOT, SGPT, atau pemeriksaan imunokimia (bila diduga disebabkan oleh virus) dan pemeriksaan lainnya.
SGPT(Serum Glutamic Piruvic Transaminase) punya nama alias yaitu AST (Aspartat Transaminase) sementara SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic transaminase) yaitu ALT (Alanin Transaminase). Keduanya merupakan enzim intraseluler yang dalam keadaan normal seharusnya berada didalam sel. Keduanya merupakan enzim transaminase yang berfungsi mengkatalisis reaksi kimia yang terjadi dalam sel.
Kala terjadi serangan pada sel hati (oleh senyawa obat yang toksik terhadap hati, mikroorganisme, dll) maka akan terjadi perubahan permeabilitas pada membran sel sehingga enzim-enzim yang seharusnya berada didalam sel akhirnya melarikan diri keluar sel dan berada dalam darah,,,makanya disebut transminase serum,,,karena enzim tersebut terdeteksi berada didalam serum (darah)…padahal harusnya gak ada atau dikit banget. Kadar SGOT normal berkisar antara 5-40 unit/L serum sementara kadar SGPT normal berkisar antara 7-56 unit/L serum.
SGOT atau AST tidak hanya berada di hati, enzim ini jga terdapat dalam organ lainnya seperti jantung, otot, ginjal, dan otak. Sehingga, terjadinya kenaikan kadar ini tidak serta merta menjadi landasan bahwa seseorang mengalami kerusakan hati. Karena bisa saja jantung, ginjal, atau otot yang mengalami kerusakan. Sementara SGPT atau AST most concentrated berada di hati, sehingga pemeriksaan ini lebih valid untuk merujuk pada kerusakan hati (diagnosis terjadinya kerusakan hati gak hanya dari indikator SGPT saja,,ini hanya salahsatunya).
Disinilah muncul peranan senyawa-senyawa yang bersifat hepatoprotektor. Senyawa tersebut diberikan dengan harapan kadar SGPT dan SGOT dapat berkurang dengan signifikan. Berkurangnya kadar kedua parameter tesebut menandakan bahwa sel yang mengalami kerusakan tidak bertambah, karena semakin banyak sel yang mengalami kerusakan maka kadar SGPT (terutama) akan terdeteksi makin tinggi. Kerusakan yang terjadi pada sel-sel hati itu biasanya karena reaksi oksidasi, sehingga beberapa obat yang dirujuk sebagai hepetoprotektor biasanya merupakan antioksidan. Salah satu contohnya adalah silimarin.
Obat-obatan yang dapat memicu kerusakan hati diantaranya yaitu parasetamol/asetaminofen (dalam dosis tinggi), isoniazid, obat-obatan N-SAID, glukokortikoid. Produk alami aflatoxin yang berasal dari racun jamur yang berdomisili di kacang. Serta toksin industri seperti arsen, karbon tetra-klorida, dan vinil klorida. Dosenku bilang obat-obatan anti-TB (Tuberkulosis) juga bersifat hepatotoksik.
Itu sekilas tentang hati dan penjaganya… =)


this is the most common type of addiction






